Ibrohimumrahaj Semua paket

Musim 1448 Hijriah

Haji Mujamalah, dijelaskan apa adanya

Kalau Anda sampai di halaman ini, besar kemungkinan Anda sudah membaca berita bahwa haji furoda ditiadakan, lalu bingung: masih mungkin atau tidak berangkat tanpa antre?

Masih mungkin. Tapi tidak lewat jalur yang diberitakan itu, dan tidak dengan kepastian yang dijanjikan banyak orang di media sosial.

Halaman ini menjelaskan seluruhnya, termasuk bagian yang tidak enak didengar. Kami lebih suka Anda batal karena tahu risikonya, daripada berangkat karena tidak diberi tahu.

Yang sebenarnya terjadi

Kenapa beritanya bilang batal, sementara jamaah kami berangkat.

Pada April 2026, Kementerian Haji dan Umrah menyatakan Pemerintah Arab Saudi tidak menerbitkan visa haji furoda untuk musim 1447 H. Wakil Menteri Haji dan Umrah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran di media sosial, dan peringatan itu, perlu kami sampaikan apa adanya, menyebut visa mujamalah juga, bukan hanya furoda.

Kami tidak membantahnya. Sebagian besar tawaran yang beredar memang tidak bisa dipertanggungjawabkan, dan pemerintah benar memperingatkannya.

Kenapa istilahnya membingungkan

Perlu kami sampaikan sejak awal: kata furoda tidak ada di dalam undang-undang. UU No. 8 Tahun 2019 hanya mengenal satu istilah, yaitu visa haji mujamalah. Furoda adalah sebutan yang tumbuh di pasar.

Hubungan keduanya begini: mujamalah adalah kategori hukumnya, dan furoda adalah salah satu bentuk di dalamnya, yaitu yang alokasi kuotanya turun kepada perorangan secara personal. Itu sebabnya pemberitaan sering memakai dua istilah ini bergantian, dan itu pula sumber kebingungan yang Anda alami.

FurodaJalur kami
Alokasi kuotaPerorangan, personalB2B melalui syarikah resmi
PerencanaanMenunggu undangan pribadiDidata syarikah sebelum musim
Status terkiniTidak terbit dua tahun terakhirMasih berjalan
Jenis visaSama-sama visa haji mujamalah menurut UU 8/2019

Kenapa jamaah kami tetap berangkat

Kuota yang kami layani berasal dari syarikah, penyelenggara layanan resmi yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi. Sebelum musim dimulai, syarikah sudah mendata berapa kuota yang kami ajukan. Alokasinya terencana, bukan menunggu undangan pribadi yang datang atau tidak.

Alur praktisnya: saat sistem Nusuk Hajj dibuka, jamaah yang kuotanya sudah dialokasikan menerima akun akses untuk membeli layanan masyaer, lalu menyelesaikan pembayaran di sistem itu.

6dari 6

Jamaah yang kami berangkatkan pada musim 1447 H. Seluruhnya menyelesaikan pembayaran di Nusuk Hajj, dan seluruhnya visanya terbit. Kami tidak mengatakan visa pasti terbit, karena tidak ada yang berhak mengatakan itu. Yang kami sampaikan hanya rekam jejak.

Dasar hukumnya

Disebut namanya di dalam undang-undang, terpisah dari kuota Kemenag.

Visa mujamalah adalah visa undangan haji yang dikeluarkan langsung oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, di luar kuota haji reguler maupun haji khusus Indonesia.

UU No. 8 Tahun 2019 Pasal 18 ayat (1) menyebut visa haji Indonesia terdiri atas dua jenis: visa haji kuota Indonesia, dan visa haji mujamalah undangan pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Pasal 17 melarang penggunaan visa haji di luar kuota Indonesia, dengan satu pengecualian tegas: warga negara Indonesia yang mendapat undangan visa haji mujamalah dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Jadi mujamalah bukan celah dan bukan jalan pintas. Ia kategori tersendiri yang disebut namanya di dalam undang-undang, terpisah dari kuota Kemenag, dan sah.

Jalur Indonesia dan jalur negara ketiga

Ini pembedaan yang jarang dijelaskan, dan paling menentukan keselamatan Anda.

Kuota yang kami layani dialokasikan melalui jalur penyelenggara Indonesia. Jamaah berangkat dan termanifest sebagai jamaah Indonesia, dengan identitas resmi Indonesia.

Sebagian penawaran lain mengambil alokasi lewat negara ketiga. Jamaah Indonesia termanifest sebagai jamaah negara lain, memakai identitas residen negara tersebut, identitas yang bukan milik Anda sebenarnya.

Di permukaan keduanya sama-sama disebut mujamalah. Bedanya muncul saat ada pemeriksaan ketat di imigrasi: identitas yang tidak sesuai membuat posisi Anda rawan. Dan bila terjadi masalah di Tanah Suci, Anda bukan tanggung jawab penyelenggara Indonesia. Perlindungan yang Anda kira ada, tidak ada.

Yang harus Anda hindari

Termasuk cara memeriksa kami sendiri.

Tidak semua tawaran berangkat tanpa antre itu sah. Yang sah hanya dua: visa haji kuota Indonesia, dan visa haji mujamalah.

Di luar itu beredar penawaran memakai jenis visa lain: ziarah, siyahah, amil, muaqod, sakhsiyah. Semuanya tidak sah untuk berhaji.

Risikonya ditanggung jamaah, bukan travelnya

  • Ditahan atau dipenjara di Arab Saudi
  • Dideportasi sebelum sempat berhaji
  • Masuk daftar hitam, tidak bisa masuk Saudi selama sepuluh tahun
  • Kesulitan mengurus administrasi keimigrasian setelahnya

Pemerintah menegaskan visa kerja, bisnis, kunjungan, dan wisata dilarang digunakan untuk berhaji. Kementerian Haji dan Umrah bersama Polri juga membentuk Satuan Tugas Pencegahan Haji Ilegal.

Periksa ini sebelum menyetor uang ke siapa pun, termasuk kepada kami

  1. Tanyakan jenis visanya. Jawabannya harus visa haji mujamalah, bukan ziarah, bukan amil, bukan jawaban yang mengambang.
  2. Tanyakan sumber kuotanya. Dari syarikah resmi, atau undangan perorangan? Lewat penyelenggara Indonesia, atau negara ketiga?
  3. Pastikan keberangkatan lewat PIHK berizin Kemenag. Nomor izinnya bisa Anda periksa sendiri di portal resmi Kemenag.
  4. Minta klausul pengembalian dana tertulis di akad, bukan janji lisan.
  5. Curigai siapa pun yang menjamin visa pasti terbit, termasuk kami, kalau suatu saat kami mengatakannya.

Tahapan prosesnya

Seluruhnya di portal resmi Nusuk Hajj. Jamaah memegang akunnya sendiri dan bisa memantau langsung.

Sebelum sistem Nusuk dibuka

  1. Isi formulir, serahkan dokumen dan manifest
  2. Bayar uang muka USD 5.000, kuota dipesan ke syarikah
  3. Verifikasi data jamaah
  4. Menunggu sistem Nusuk dibuka

Setelah sistem Nusuk dibuka

  1. Jamaah menerima akun akses, penanda kuota sudah dialokasikan atas namanya
  2. Unggah paspor dan foto, isi biodata sesuai paspor
  3. Isi formulir kesehatan dan riwayat keimigrasian Saudi
  4. Verifikasi pengajuan
  5. Pilih paket masyaer: hotel Makkah, hotel Madinah, tenda Arafah dan Mina, transportasi
  6. Aktivasi eWallet, pilih maskapai, lalu pelunasan
  7. Itinerary terbit, e-tiket bisa diunduh
  8. Status visa berubah dari new ke under process, lalu approved

Biaya dan hotel

Tiga tingkat akomodasi, harga berjenjang mengikuti sisa kuota.

Mulai USD 29.000 / jamaah
Setara ± Rp 515 juta, mengikuti kurs saat pembayaran. Harga berjenjang — naik setiap kali satu tingkat kuota terisi. Harga per September 2026.

Uang muka USD 5.000. Harga berjenjang: setiap kali satu tingkat kuota terisi, harga naik ke tingkat berikutnya. Harga juga dipengaruhi kebijakan Amir terkait visa dan ketersediaan layanan masyaer di sistem Nusuk Hajj.

Standar

Makkah
Snood, Maysan Al Maqam, Grand Al Massa, Zowar Al Bayt, Mira Ajyad, Al Massa Faizeen, Emaar Grand, Nada Deafah
Madinah
Amjad Al Salaam, ODST, Durat Eiman, One In, Abraj Taba, Jawharat Al Rasheed, Sama Al Masi, Mukhtara International

Premium

Makkah
Prestige, Anjum, Le Meridien Ajyad, Orinsis, Maysan Al Mashaer, Azka Safa, Ajyad Makareem, Olayan Ajyad
Madinah
Al Anshar Golden Tulip, Sanabel, Al Ritz, Ruve, Grand Plaza, Al Saha, Safwat Al Madinah, Dallah Taibah

Luxury

Makkah
Fairmont, Movenpick, Rotana, Pullman, Raffles, Swissotel Makkah, Ghufron Safwa, Orchid Safwa, Dorrar Eiman, Swissotel Al Maqam, Makkah Hotel, Makkah Tower
Madinah
Taiba Front, The Oberoi, Sofitel Shahd, Al Aqeeq, Al Anwar Movenpick, Al Haram, Dar Al Taqwa, Frontel Al Haritia

Hotel di atas adalah pilihan yang tersedia pada paket bersangkutan, atau hotel setaraf. Penetapan akhir mengikuti ketersediaan di sistem Nusuk Hajj saat pemesanan.

Sudah termasuk

Visa haji, tiket Jakarta–Jeddah pergi pulang kelas ekonomi, hotel transit, hotel Makkah dan Madinah, tenda Arafah dan Mina, bus ber-AC, makan tiga kali sehari, muthawwif dan muthawwifah, manasik di Tanah Air dan Tanah Suci, handling bandara Indonesia dan Saudi, perlengkapan, asuransi, serta air zamzam sesuai aturan Pemerintah Arab Saudi.

Belum termasuk

Pembuatan atau perpanjangan paspor, suntik meningitis, medical check up, dam dan qurban, tiket domestik daerah ke Jakarta, laundry, kelebihan bagasi, dan keperluan pribadi lainnya.

Pengembalian dana

Tertulis di kontrak, bukan janji lisan.

Bila visa tidak terbit, uang muka dikembalikan penuh. Pengembalian dilakukan oleh PIHK penyelenggara, dengan tenggat dan tata cara yang tertulis di dalam kontrak yang Anda tandatangani saat pembayaran uang muka.

Kendala penerbitan visa umumnya terjadi bila jamaah tidak memperoleh akun akses untuk pembelian layanan masyaer. Sepanjang pengalaman kami, seluruh jamaah yang menyelesaikan pembayaran di Nusuk Hajj, visanya terbit.

Bacalah klausul ini di kontrak sebelum menandatangani. Kalau ada travel yang tidak bisa menunjukkannya secara tertulis, itu sudah cukup jadi jawaban.

Yang kami sampaikan terus terang

Ditulis di halaman depan, bukan disembunyikan di catatan kaki.

  • Penerbitan visa mujamalah adalah kewenangan penuh Pemerintah Arab Saudi. Kami tidak bisa menjaminnya, dan tidak ada pihak mana pun yang bisa.
  • Visa mujamalah tidak punya indikator waktu seperti visa lain. Tanggal terbitnya tidak bisa dipastikan siapa pun.
  • Jumlah visa yang dikeluarkan berbeda tiap tahun dan tidak diumumkan sebelumnya.
  • Harga dapat berubah mengikuti regulasi Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi, tarif hotel, maskapai, serta kurs dolar.
  • Kami adalah agen resmi yang bekerja sama dengan PIHK berizin Kemenag. Nama dan nomor izin PIHK dibuka kepada jamaah pada saat akad, dan akad Anda adalah dengan PIHK tersebut.
  • Bila visa tidak terbit, dana Anda kembali.

Tanya jawab

Pertanyaan yang paling sering masuk ke WhatsApp kami.

Berapa biaya Haji Mujamalah?

Mulai USD 29.000 per jamaah. Harga berjenjang dan naik setiap kali satu tingkat kuota terisi, sehingga pendaftar awal mendapat harga terbaik.

Berapa uang mukanya?

USD 5.000 saat pendaftaran. Pelunasan dilakukan setelah jamaah memperoleh akun akses di sistem Nusuk Hajj.

Apa bedanya dengan Haji Plus?

Haji Plus memakai kuota resmi pemerintah Indonesia yang dialokasikan Kementerian Agama, dengan masa tunggu tertentu. Haji Mujamalah memakai kuota undangan langsung dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, sehingga jamaah dapat berangkat tanpa mengantre.

Apa bedanya dengan Haji Furoda?

Furoda adalah salah satu bentuk dari visa haji mujamalah, yaitu yang alokasinya turun kepada perorangan secara personal. Yang kami layani adalah bentuk lain: kuota yang dialokasikan secara B2B melalui kerja sama resmi dengan syarikah. Visa furoda tidak terbit dalam dua tahun terakhir, sementara jalur syarikah masih berjalan.

Apakah visanya dijamin terbit?

Tidak ada pihak yang berhak menjamin itu, termasuk kami. Penerbitan visa adalah kewenangan penuh Pemerintah Arab Saudi, dan visa mujamalah tidak punya indikator waktu seperti visa lain. Yang bisa kami sampaikan dari pengalaman: setelah pembayaran layanan masyaer berhasil di sistem Nusuk Hajj, seluruh jamaah kami visanya terbit. Pada musim 1447 H, enam dari enam.

Kalau visa tidak terbit, bagaimana uang saya?

Uang muka dikembalikan penuh oleh PIHK penyelenggara, sesuai tenggat dan tata cara yang tertulis di dalam kontrak yang Anda tandatangani saat pembayaran uang muka.

Sampai kapan pendaftaran dibuka?

Sampai alokasi kuota terpenuhi. Biaya berpotensi naik mendekati penutupan, karena harga dipengaruhi kebijakan Amir terkait visa dan ketersediaan layanan masyaer di sistem Nusuk Hajj.

Saya di luar Tasikmalaya, bisa mendaftar?

Bisa. Kami menerima jamaah dari seluruh Indonesia. Penandatanganan akad dan koordinasi pendaftaran dilakukan di kantor operasional kami.

Bisa konsultasi dulu sebelum memutuskan?

Bisa, tanpa biaya dan tanpa kewajiban. Kami sediakan sesi konsultasi khusus untuk memahami seluruh detail paket sebelum Anda memesan.

Bicara dulu

Tanpa biaya, tanpa kewajiban.

Haji Mujamalah bukan keputusan yang diambil setelah membaca satu halaman. Hubungi kami dan tanyakan apa pun, terutama hal-hal yang membuat Anda ragu. Pertanyaan yang paling sulit justru yang paling ingin kami jawab.

PT Ibrohim Zuwarul Haramain, Tasikmalaya.
Melayani jamaah sejak 2020, dengan tour leader bersertifikasi BNSP.
Bekerja sama dengan PIHK berizin Kementerian Agama.